Surabaya Kota Wisata Budaya

Wajah Kota Surabaya pada tahun 1930-1950 an.

Berikut adalah penjelasan dari beberapa gedung bersejarah di Kota Pahlawan, yang saat ini menjadi ikon Kota Surabaya sebgai kota wisata budaya.

GEDUNG LINDETEVES

Pada zaman Belanda, gedung yang terletak di pojok Jalan Pahlawan dengan jalan Kebun Rojo Surabaya ini dikenal sebagai gedung NV.Lindeteves. Dalam dokumentasi “Surabaya Tempo Dulu”, foto ini diambil tahun 1930. Sekarang gedung ini digunakan sebagai gedung Bank Mandiri dan sebelumnya pernah dipakai oleh Bank Niaga. Pemerintah Kota Surabaya, mencatat gedung ini sebagai salah satu “cagar budaya” di Kota Surabaya.

Gedung Lindeteves, saat digunakan sebagai Bank Niaga tahun 1990-an, dan saat ini gedung tersebut sudah tidak digunakan sebagai Bank Niaga.

KAWASAN KEMBANG JEPUN

Kya-Kya Kembang Jepun
adalah sebuah kawasan (tepatnya sebuah jalan) sepanjang 750 meter dengan lebar 20 meter. Kawasan kota lama yang saat siang hari padat dengan perdagangan berskala grosir dan menjadi barometer perdagangan di kawasan Timur Indonesia (Katimin), semacam wallstreet di Amerika. Malam hari kini dipenuhi dengan seratus lebih pedagang makanan dan minuman, cinderamata dan peramal, hiburan seni budaya bahkan olahraga (tayangan dan langsung, seperti pertandingan tinju dll) dan menjadi tempat jalan kaki terpanjang dan teraman di Surabaya (walkstreet) yang kental bernuansa Tiongkok.

Saat ini Jalan Kembang Jepun kembali mendunia ketika fasilitas yang bertajuk Kya-Kya Kembang Jepun telah menjadi ikon baru kota Surabaya.
Pusat Kya-kya Kembang Jepun Surabaya memang bukan sekedar pusat makanan dan minuman biasa, dia hadir dengn semangat-semangat seperti:

  • Mengakar pada sejarah.
    Kembang jepun memang bukan wilayah yang dibangun ‘kemarin’. Karakter ‘Pecinan’-nya telah terbangun bahkan berabad umurnya. Perjalanan perannya yang kental sebagai pusat perdagangan dari jaman ke jaman menancapkan cengkraman kuat pada bumi utara Surabaya. Kekuatan itulah yang memang digugah kembali melalui sosok Kya-kya Kembang Jepun.
  • Ber-Karakter yang dominan
    Wajah Pecinan yang khas telah menjadi ‘the spirit of place’ yang tidak bisa dan tidak mungkin dipungkiri atau ditolak keberadaannya . Bangunan-bangunan disekitar sisi Selatan Jalan Kembang Jepun masih menyisahkan tetenger bahwa pengaruh budaya tiongkok sangat dominan disana. Bahkan masih ditemukan bumbungan (ujung nok) yang bermahkota sepasang kepala naga. Beberapa bangunan dipelosok-pelosok kampung dikawasan Kembang Jepun beraduk antara berwajah kolonial dan berwajah tiongkok.
    Ciri khas yang kuat dari sentra makanan dan minuman ini juga di perkuat oleh nama yang di sandangnya. Kya-kya secara denotatif artinya ‘jalan-jalan’. Berasal dari bahasa “Hok-Kian”, sebuah dialek dari kawasan Selatan Tiongkok.
  • Momentum
    Hanya dalam waktu 2 (dua) minggu untuk diskusi dan 3 (tiga) minggu untuk pelaksanaan, kya-kya Kembang Jepun di wujudkan. Peringatan Hari ulang tahun ke 710 kota Surabaya, yang jatuh pada tanggal 31 Mei 2003 diambil sebagai momentum yang sangat tepat dan strategis untuk menyerahkan sumbangsih warga kepada kota tercintanya.

JALAN PAHLAWAN

Dulu Jalan Pahlawan Surabaya ini bernama Alun-alun Straat. Foto diambil tahun 1930. Masih terlihat ada rel trem listrik, kendaraan dokar dan mobil pada zaman itu. Sekarang semua sudah berubah. Di seberang Tugu Pahlawan, pada jalan pahlawan terdapat 3 gedung jagar budaya yang saat ini sudah beralih fungsi antara lain:

  1. Gedung Lindeteve yang sekarang(2009) menjadi Bank Mandiri
  2. Bioskop Surabaya yang sudah di bongkar
  3. Lalu gedung di sebelah Bioskop Surabaya, yang saat ini telah menjadi gedung media.

GEDUNG Raad van Justitie (Pengadilan Tinggi) di Zaman Belanda, di Jalan Pahlawan (Alun-alun Straat) pada perayaan HUT Ratu Wilhelmina tanggal 31 Agustus 1935. Ada acara karnaval dan pawai yang disaksikan rakyat yang memenuhi sepanjang jalan, viaduk jalan-jembatan pelintasan kereta api, bahkan sampai ke puncak gedung kantor Gubernur Jawa Timur di seberangnya. Pada zaman Jepang, gedung ini berubah fungsi menjadi Markas Polisi Militer (Kenpetai) dan sekarang sudah hancur. Di atas lahan ini berdiri kokoh Tugu Pahlawan untuk memperingati peristiwa heroik 10 November 1945. Tugu Pahlawan ini diresmikan oleh Presiden RI pertama Ir..Soekarno tanggal 10 November 1952 dan di bawahnya dibangun pula Museum (bawah tanah) Tugu Pahlawan yang mengoleksi berbagai peninggalan masa perjuangan tahun 1945.

RAMAINYA LUAR BIASA

Gedung Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan (Alun-alun Straat) Surabaya tanggal 31 Agustus 1935 ramai sekali, selain di jalan raya dan viaduk (jembatan) kereta api, gedung sampai ke atas atap kantor gubernur ditempati pengunjung yang menyaksikan upacara, pawai dan karnaval.

https://i1.wp.com/images.ingenuetee.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Ruh0XgoKCkQAAFX3W5Y1/DSCN3734.JPG

Foto penjara kali sosok saat ini yang telah di rubah fungsinya, yang bukan lagi menjadi penjara yang meyeramkan. Saat ini penjara kalisosok berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan.

Penjara Kalisosok adalah bekas penjara yang terletak di kawasan utara Surabaya, Indonesia. Penjara ini dibangun pada masa pendudukan Belanda dan pernah digunakan menjadi tempat penahanan sejumlah tokoh kemerdekaan Indonesia seperti Soekarno dan Kiai Haji Mas Mansur. Tokoh yang terakhir bahkan wafat di penjara ini pada tahun 1946.

Berikut ini adalah beberapa foto Surabaya Tempo Doloe yang berhasil saya dapat dari internet.

Tunjungan

Kantor Pemkot Surabaya

Universitas Airlangga

RSUD Dr.Soetomo

Kantor Gubernur

Pabrik karung Ngagel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: